Search This Blog

Sunday, December 24, 2017

Jenis-Tipe Layar Handphone-Gadget



Ulasan kali ini tentang jenis-tipe layar handphone: Monochrome (1 warna: Hitam), Passive-Matrix (STN, CSTN), Active-Matrix (TFT, TFD), UFB (Samsung), dan OLED.

Monochrome (warna tunggal)

Layar LCD alias Liquid Crystal Displays; yang satu ini sering kita dibenamkan pada calculator, jam tangan (arloji) digital dan juga ponsel (mungkin masih ingat... Nokia 5110, Siemens SL45, dsb). Liquid Crystal dapat dimanipulasi oleh listrik saat ini, sehingga mereka mengubah bentuk. Cara kerja monochrome di handphone yaitu untuk menghitamkan pixel dengan teknik memblokir cahaya yang akan keluar. Salah satu kelebihan dari monochrome adalah konsumsi daya yang lebih rendah dibandingkan dengan yang lain. 

Selanjutnya, seiring perkembangan dan kemajuan jaman (teknologi) layar handphone makin hari makin lebar, berwarna dan lebih detail atau tajam. Sehingga layar monochrome saat ini banyak dianggap ketinggalan jaman. Tapi masih ada banyak handphone model flip (clamshell) yang layar externalnya tetap memakai Monochome... Sepertinya ini hanya persoalan selera.


Passive-Matrix Color Display

Hampir semua handphone layar berwarna awalnya menggunakan teknologi Passive-matrix ini. Teknologi ini menggunakan sistem kawat yang berupa vertical dan horizontal untuk memberi daya atau menerangkan sebuah pixel (picture elements). Tipe layar ini lebih murah dibandingkan dengan TFT. Tapi mempunyai kelemahan karena direspon yang agak lambat, kualitas tampilan kurang optimal dan kurang terang jika dibandingkan dengan tipe layar Active-matrix

Diantaranya yang menggunakan teknologi passive-matrix antara lain:
STN - Super Twisted Nematic : tampilan yang merupakan/dihasilkan berupa jenis liquid crystal yang memberikan kontras lebih daripada Twisted-Nematic, yang memutar molekul 180-270 derajat. STN LCD membutuhkan daya yang lebih kecil dan lebih murah untuk diproduksi daripada jenis TFT LCD, jenis lain yang juga populer yang sebagian besar telah digantikan STN untuk mainstream laptop. Namun, STN biasanya menampilkan kualitas gambar lebih rendah dan waktu respon lebih lambat dari TFT. STN biasa digunakan dibeberapa handphone murah dan layar/display dari beberapa produk digital. Pada awal 90-an jenis LCD ini telah digunakan di beberapa komputer portabel seperti PPC512 Amstrad dan PPC640.

CSTN - Color Super Twisted Nematic 

Awalnya dikembangkan oleh Sharp Electronics. CSTN menggunakan filter merah, hijau dan biru (RGB) untuk menampilkan warna. CSTN tersebut dikembangkan pada awal 90-an, dengan kelemahan pada waktu respon yang lambat dan ghosting (dimana perubahan teks atau grafik yang kabur/blurry karena pixel yang tidak bisa dimatikan dan yang cukup cepat). Kemajuan terbaru dalam teknologi, bagaimanapun, telah membuat CSTN sebagai alternatif yang layak untuk layar Active-Matrix. Layar CSTN yang baru memiliki 100 ms waktu respon (sebagai perbandingan layar TFT memiliki 8 ms atau kurang), dengan sudut pandang 140 derajat dan warna kualitas tinggi menyaingi layar TFT - semuanya hanya memakan biaya sekitar setengahnya saja. Ada pula teknologi Passive-Matrix yang lebih baru yang disebut High-Performance Addressing (HPA) yang memiliki waktu respon lebih baik dan lebih kontras daripada CSTN.

Active Matrix Color Display

Active-matrix memanfaatkan teknologi TFT alias Thin Film Transistor yang pada umumnya dipakai untuk notebook atau laptop. Layar TFT menempatkan transistor ditiap pixel layar yang mampu dinyalakan dan dimatikan secara individual, sehingga menghasilkan tampilan gambar yang lebih tajam, terang, dan respon yang sangat cepat. Tetapi layar TFT mempunyain kelemahan yakni lebih mahal dan lebih mengonsumsi daya baterai alias lebih boros energi. 

Tipe layar lain yang termasuk Active-matrix adalah TFD (Thin Film Diode), masih sama dengan TFT yaitu menempatkan Diode (dioda) ditiap pixel layar. TFD lebih mengkombinasikan teknologi kualitas gambar dan kecepatan respon yang sangat baik dari TFT, dengan konsumsi daya rendah juga biaya yang lebih rendah dari STN.

UFB (Samsung)

UFB alias Ultra Fine & Bright, sebuah teknologi LCD yang diciptakan dan diperkenalkan oleh Samsung pada tahun 2002. Dapat beroperasi hanya dengan 3mW, dimana jauh lebih sedikit mengonsumsi daya dibandingkan TFT. Hal ini pastinya akan memperpanjang daya tahan baterai. Handphone yang menggunakan tipe layar UFB bisa dipastikan memiliki ukuran yang lebih tipis.







OLED Display

OLED alias Organic Light-Emitting Diode juga dikenal sebagai LEP (Light-Emitting Polymer) dan OEL (Organic Electro-Luminescence). Merupakan teknologi layar generasi baru yang terdiri dari titik-titik polimer organik yang memancarkan cahaya ketika diisi dengan listrik. Jika dibandingkan dengan LCD, layar OLED mempunyai kelebihan yakni lebih tipis, ringan, terang, cepat, murah, dan mengonsumsi daya yang lebih dikit (dikarenakan tidak butuh cahaya latar atau backlight). Satu-satunya kelemahan layar ini adalah sulit untuk melihat jika anda berada dibawah sumber cahaya seperti matahari.

Dan terbaru lagi, Samsung menyematkan teknologi AMOLED atau AM-OLED (Active Matrix Organic Light Emitting Diode) pada display produk Tablet PC-nya "Samsung Galaxy Tab 7 inch". AMOLED merupakan kombinasi dari OLED dan Active-Matrix TFT LCD konvensional, yang menghasilkan waktu respon lebih cepat ketika pixel berubah dari kondisi ON dan OFF. Tapi tentu, tidak hanya Samsung Galaxy saja yang membenamkan teknologi terbaru ini, lainnya seperti Nokia N86 (8MP) juga tak ketinggalan.

Catatan Kaki: masih agak membingungkan ketika membedakan lebih definitif antara tipe Passive-Matrix (STN) dengan UFB, karena beberapa ahli elektro-tekno menyatakan bahwa UFB adalah STN, dimana Samsung sendiri mengklaim bahwa UFB merupakan patent yang mereka miliki -dan terbebas dari jenis-tipe definitif layar lainnya yang ada dimuka bumi ini. Untuk sementara ini (sebelum ada yang bisa kasih konfirmasi info), mari menganggap bahwa UFB adalah STN -ala- Samsung... begitu?! Agree or disagree?